Postingan

Menampilkan postingan dengan label curhat

Sombong Kuadrat

Hari ini tiba-tiba ada keinginan buat nulis lagi. Sebenarnya dari beberapa hari yang lalu selagi berkegiatan suka muncul satu-dua potong kalimat random di kepala, tapi nggak langsung dicatet. Sekarang giliran udah di depan laptop lupa mau nulis apa. Buat pemanasan, gue tulis aja apa adanya kayak gini. Nggak terasa tahun 2025 udah mau selesai. Masih teringat jelas banget hal-hal yang gue alami dari awal tahun. Banyak, beragam, sekaligus berulang dan itu-itu aja. Salah satunya tahun ini entah berapa kali gue ketemu dokter. Ya sebagai pasien, ya sebagai care-giver . Mulai dari dokter umum, dokter gigi umum, dokter bedah mulut, dokter endodontik, dokter ortodonti, dokter penyakit dalam, dokter mata, sampe ke dokter spesialis ginjal dan hepatologi. Sadar nggak, di antara berbagai dokter itu gue nggak nyebut dokter kandungan? Betulll, setelah dari tahun 2022 sampai 2024 gue jadi ‘tawanan‘ dokter kandungan, akhirnya sepanjang tahun ini gue bebas haha. Tahun ini gue sama sekali nggak ada urusa...

Empat Hari untuk Selamanya

Gambar
Hai, sayang, perlu waktu hampir dua tahun untukku merangkum dan menuangkan semua tentangmu di sini. Meskipun sepotong-sepotong kisahmu mampu kutuliskan di sana-sini, namun membawamu ke "tempat sakral" ini ternyata perlu energi dan hati yang lebih besar lagi. Ditambah dengan bantuan hormon-hormon pasca kembali rutin lari dan asupan kopi sore tadi, akhirnya hari ini tiba. Bismillah. Ini kisah panjang sekaligus singkat tentangmu, Kaldera Althaf Pradapta. 10 Juni 2022 Suatu hari, tiga bulan setelah aku dan ayahmu menikah, aku iseng membeli testpack karena menstruasiku telat datang satu minggu. Tanpa basa-basi, garis dua. Respon pertama adalah bingung dan cemas. Ini beneran? Pagi itu juga aku langsung ke klinik terdekat untuk memeriksa lebih lanjut. Dan betul, sudah ada kamu di rahimku. Usia lima minggu. Sejujurnya saat itu kami punya rencana-rencana lain yang bukan punya anak, tapi kehadiranmu yang baru terlihat setitik di hasil cetak USG sudah membuat kami melepaskan semua renca...

Cara Daftar Nikah 2022~

Gambar
Gue merasa perlu nulis ini karena selama proses daftar nikah, gue sangat terbantu dengan video youtube orang-orang yang nyeritain pengalaman mereka. Berhubung ku nggak punya yutub, jadi mari cerita di sini. Sebelum ngurus ini itu, yang terpenting adalah banyakin riset! Paling aman sih tanya langsung ke kelurahan yang sesuai KTP tentang alur dan syarat yang diperluin. Tapi baca, nonton, denger cerita dari orang yang pernah ngalamin langsung bikin kita dapet lebih banyak insight terlebih soal printilan-printilan yang nggak dijelasin di ((( pamflet ))). Terima kasih buat orang-orang yang udah berbagi cerita. :') Penting: cari info dari orang yang wilayah dan tgl nikahnya nggak beda jauh dari kita supaya peraturannya (relatif) sama. Langsung aja ya. Alur dan syarat yang gue tulis di sini berdasarkan pengalaman gue sbg warga DKI, tepatnya Jakarta Pusat. Sbb~ : 1. Daftar online ke KUA via simkah.kemenag.go.id. Salah satu dari catin daftar di situs ini. Pilih KUA tempat akad akan dilangsu...

Dilamar!

Gambar
Rabu, 29 Desember 2021 Hari ini kamu libur. Semalam sebelumnya kita bertanya-tanya mau pergi ke mana selagi kamu libur. "besok ke mana ya?" "ke puncak." "iya ya? kamu udah lama ya nggak jalan-jalan." "iya kan.. kita motoran aja terus makan indomie di warung," aku tiba-tiba antusias karena sepertinya kamu menyambut baik jawaban sekenanya aku tadi. Seperti itu. Lalu tiba-tiba kita punya rencana ke puncak. Pagi harinya. Pukul 05.00. Hujan. "hujan nih, kayaknya nggak usah deh, takut repot di jalan," ujarku. Satu jam kemudian, "sisa gerimis aja nih, gas aja yuk, bismillah," chatmu aku baca sambil sedikit mengernyitkan dahi. Tumben, pikirku. Meski bingung, tentu aku iyakan dengan semangat. Akhirnya kita berangkat ke puncak naik vespa. Di perjalanan, kamu menyarankan tempat-tempat yang bisa kita kunjungi di sana. "nggak mau, aku cuma mau makan mie di warung sambil liat pohon," jawabku nggak berubah sampai akhirnya kita mula...

Kami, Citeureup, dan Negara Ini

Gambar
Satu kata buat hari ini? Epic. Saking epicnya, gue sampai tiba-tiba punya minat buat ngeblog panjang lebar lagi. Berawal dari Edo yang semalam ngajakin ke curug dan tanpa pikir panjang ku iyakan tentu saja. Dua-duanya impulsif memang. Mau ke curug mana juga gue nggak tau. Pegangan gue cuma dua ucapan Edo ini, "curug yang pernah didatengin sepupuku" dan "dari Pasar Sentul belok kiri." Yang penting dia tau, pikirku. Ternyata kali itu kutida pandai berpikir~ Pagi ini kami jalan jam enam. Motor baru saja keluar gang rumah, adegan seru sudah dimulai, "Abang, nama curugnya apa?" "Apa ya? Aku lupa." "......Dih, coba tanya sepupumu." Kacau emang Edo. :))) Kemudian dia chat sepupunya. Di tengah jalan Edo merasa ingat sesuatu, "namanya Curug Citeureup," katanya. Karena sepupu Edo belum juga jawab whatsapp, yasudah kami memutuskan bahwa, ya, benar, curug yang kami tuju itu bernama Curug Citeureup! Cek di map. ...

Dear All Family

Pengalaman magang di salah satu panti rehabilitasi narkoba tepat di bulan Ramadhan tahun lalu masih meninggalkan banyak kesan. Tadinya mau cerita soal hal itu di sini, tapi karena berbagai pertimbangan akhirnya mutusin untuk nggak dishare di sini. Biarlah jadi kenangan manis di hati aja. (?) Meski begitu, untuk mengabadikan momen seberharga itu gue ngerasa perlu meninggalkan sedikit jejak tentang mereka, para famili tercinta ("Famili" adalah sebutan yang mereka gunakan untuk menyebut diri mereka sesama residen – pecandu narkoba yang lagi direhabilitasi). Untuk mengingatkan diri gue tentang mereka, gue cuma bisa bilang Masa lalu mereka gelap. Masa depan mereka tak ada yang tahu. Yang kutahu, mereka tengah merangkak keluar dari kegelapan. Mencoba meraih cahaya tuk masa depan. Kita sama dengan mereka, hanya saja... Saat cahaya kita mulai redup, ada banyak yang siap membagi cahanya. Saat cahaya kita hampir padam, kita ingat akan cahaya di atas sana yang tak p...

Ditinggal Kelas Pertama

Gambar
Pagi tadi, pertama kali ke sekolah lagi setelah liburan akhir tahun ajaran. Setelah sampai depan pintu sekolah, gue kembali deg-degan. Rasanya sama kayak enam bulan lalu waktu mau memperkenalkan diri di depan anak-anak hehe. Bedanya, pagi tadi deg-degan gue lebih ke nggak sabar ngeliat kembali ekspresi menggemaskan para bocah, terutama anak kelas B yang selalu semangat nyambut kedatangan gue di depan pintu. Iya, sepanjang semester lalu mereka emang sering dateng lebih pagi dari gue. Jelang masuk pintu sekolah, gue udah siap denger suara tinggi Malvino, "Kak Patiyaaah!" sambil lari ke arahku. Teriakannya seolah jadi komando bagi anak-anak lain untuk ikut lari menghampiri gue. Di kepala gue udah kebayang sosok Al ngibrit buru-buru rapiin mainan, sebelum ikutan nyerbu ke arah gue. Antrean yang tadinya rapi, mendadak kisruh karena Al ngedorong teman-temannya dari belakang. Kalau liat hal itu, sebelum gue sempat buka mulut, Deswita bakal udah lebih dulu ngomel, "...

Kebetulan

Dalam hidup sehari-hari, pasti banyak hal yang (seakan-akan) terjadi begitu saja dan tanpa disengaja alias ke - be - tu - lan . Beberapa "kebetulan" mungkin berarti, tapi banyak juga "kebetulan" lain yang nggak ada artinya. Terjadi. Tanpa tindak lanjut. "Kebetulan" yang terjadi tanpa tindak lanjut ini yang biasanya dianggap sebagai "kebetulan" semata. Padahal, nggak ada yang namanya kebetulan. Semua hal terjadi di waktu dan tempat yang udah Allah atur. Cuma kita aja sebagai manusia yang kadang nalarnya nggak sampai buat ngambil kesimpulan dari kejadian tertentu. Gue sering ngalamin "kebetulan" yang pada akhirnya gue sadari bahwa itu bukan kebetulan. Mulai dari kejadian yang simpel kayak: biasanya langsung nyuci baju tapi ini nggak karena lupa, ternyata besok ujan seharian dan besokannya lagi baju itu mendadak harus dipakai. Alhamdulillah  lupa nyuci, kalau nggak dan pas mau dipakai masih basah? ...sampai "kebetulan" ...

Semester (ter)Pendek Sepanjang Masa

Tanggal : 8 Februari-18 Februari 2015 Pukul    : 06.30-22.00 WIB Ruang   : 204  Mata Kuliah : - Ilmu Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Ilmu Komunikasi - Sosiologi - Ekonomi - Manajemen - Geografi - Sejarah - Psikologi - Bahasa Indonesia - Bahasa Daerah - Bahasa Arab - Fikih - Akidah Akhlak - Quran Hadits - Tata Boga - Administrasi - Pemasaran Kapasitas Peserta : 3++ Sepuluh hari terakhir gue menghabiskan waktu di ruang 204.  Di sana, gue banyak dapat pelajaran luar biasa yang kadang bikin takjub, senang, bingung, takut, heran, malu atau malah ketampar. Sebut gue norak atau apa pun, tapi gue beneran dapat banyak hikmah 'terjebak' di dalam sana. Nggak perlu uang atau buku. Cukup modal sabar, ikhlas, tanggap, buka mata, buka telinga, buka hati, sama norak sedikit (apresiasi kejadian atau hal positif sekecil apa pun). Udah. Sekarang, kelas favorit gue bukan lagi H104 atau H3, tapi 204. :)) Inti dari sekian banyak pelajaran yang gu...

(Maunya) Kado Ultah ke-21 Nanti

Gambar
Sore tadi seorang sahabat bergurau bahwa untuk ulang tahun gue tahun ini dia akan membawakan si X (nama disamarkan) sebagai kado ulang tahun. Awalnya gue cuma ketawa, tapi nggak lama gue jadi sedih (lagi baper emang hari ini). Gue sedih karena ucapan dia bikin gue jadi keingetan tiga orang sahabat gue. Ismi, Syarifah, Alfia. Ismi, Syarifah, Alfi merupakan sahabat gue sewaktu bersekolah di SD Negeri Pondok Terong 01. Gue kenal mereka dari semester dua kelas 3 sampai akhir kelas 4 SD. Waktu itu gue anak baru di sekolah itu, tapi mereka dan anak-anak lain ramah banget nyambut kehadiran gue. Nggak butuh waktu lama buat gue bisa berbaur, dekat, dan terbuka sama mereka. Padahal, di sekolah sebelumnya gue agak tertutup dan jarang main sama anak-anak lain meski udah tiga tahun kenal. Sayangnya, komunikasi kita putus sejak gue pindah rumah dan pindah sekolah pas kelas 5. Bocah seumuran kita pada saat itu nggak punya handphone , media sosial juga belum seheboh sekarang. Ditambah di rumah ba...